-->
Loading...

KALENDER ISLAM (KALENDER HIJRIYAH)

Kalender Hijriah atau Kalender Islam (bahasa Arab: التقويم الهجري; at-taqwim al-hijri') merupakan penentuan tanggal atau bulan yang berkaitan dengan ibadah dan hari-hari penting lain umat Islam. Kalender ini dinamakan dengan Kalender Hijriah karena pada tahun pertama kalender ini terjadi peristiwa hijrah Nabi Muhammad Saw dari Makkah ke Madinah, yakni pada tahun 622 Masehi. 
Di beberapa negara yang berpenduduk mayoritas Islam, Kalender Hijriah juga digunakan sebagai sistem penanggalan sehari-hari. Kalender Islam menggunakan peredaran bulan sebagai acuannya, sedangkan kalender biasa (Kalender Masehi) menggunakan peredaran matahari. (Wikipedia)
MENGENAL KALENDER HIJRIAH

MENGENAL KALENDER HIJRIAH

Kalender Hijriah digunakan oleh umat Islam untuk menentukan tanggal-tanggal yang berkaitan dengan ibadah. Seperti ibadah Haji dan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan. Di beberapa negara yang penduduknya adalah mayoritas islam kalender ini digunakan juga sebagai sistem penanggalan sehari-hari. Berikut ini adalah ringkasan singkat mengenai kalender Hijriah. Termasuk didalamnya adalah : Sejarah dan sistem penamaannya.

Sistem Kalender Lunar

Apabila sistem kalender Masehi menggunakan sistem tata surya/peredaran matahari untuk menentukan waktu, maka kalender Hijriah menggunakan sistem lunar (atau bulan). Satu bulan dengan menggunakan sistem lunar adalah waktu yang digunakan oleh bulan untuk kembali kepada posisi awalnya (revolusi bulan). 

Sebagai pengingat terdapat empat fase bulan : Bulan baru, seperempat pertama, bulan purnama dan seperempat akhir. Bila menggunakan fase bulan ini maka, bulan di mulai dengan munculnya fase bulan baru (yang berarti juga berakhirnya sebuah bulan). 

Maka dari itu awal dari sebuah bulan bukanlah pagi hari namun pada petang hari (pada saat terbenamnya matahari). Hal ini juga menandai awal dari sebuah hari (berbeda dengan awal dari hari masehi yang dimulai pada pukul 00 waktu setempat).

Jumlah hari pada sebuah bulan dengan kalender Lunar berkisar antara 29 sampai 30 hari, hal ini menyebabkan satu tahun kalender Hijriah memiliki waktu 11 hari lebih pendek dari kalender Masehi.

Sejarah Kalender Islam (Kalender Hijriyah)

Kalender lunar sebenarnya telah digunakan oleh bangsa Arab sebelum lahirnya Rasulullah Muhammad SAW. Namun pada saat itu belum ada penetapan tahun dengan menggunakan angka. Contohnya adalah Rasulullah SAW dalam sejarah lahir dalam tahun Gajah, karena pada waktu itu terjadi penyerbuan Ka'bah di Mekkah oleh pasukan Gajah yang dipimpin oleh Abrahah. 

Tanpa adanya penetapan tahun secara numerik, menyebabkan kebingungan dalam kehidupan sehari-hari. Maka dari itu di jaman Kekhalifahan Umar bin Khatab RA ditentukan awal patokan penanggalan Islam. Selain itu pada zaman pra-Islam, terdapat adanya penambahan bulan dalam satu tahun (interkalasi) untuk mensinkronkan antara penanggalan matahari dan bulan. 

Pada zaman Nabi Muhammad, tepatnya setelah turunnya ayat 36-27 Surat At Taubah yang merumuskan bahwa bilangan bulan adalah 12. Maka interkalasi ini dihapuskan.

Pada tahun 638 M (17 H), Umar bin Khatab RA menetapkan bahwa penanggalan Islam dimulai pada tahun dimana Hijrahnya Nabi Muhamad dari Mekkah menuju Madinah. Walau begitu Tanggal 1 Muharam Tahun 1 bukanlah hari dimana Nabi Muhammah melakukan Hijriah, namun pada beberapa bulan selanjutnya.

Nama-Nama Bulan dan Hari
Kalender Hijriah memiliki 12 bulan :
  1. Muharam
  2. Safar
  3. Rabiul Awal
  4. Rabiul Akhir
  5. Jumadil awal
  6. Jumadil akhir
  7. Rajab
  8. Syaban
  9. Ramadhan
  10. Syawal
  11. Dzulkaidah
  12. Dzuhijah


Nama-Nama Hari :
  1. Al-Ahad (minggu)
  2. AL-Itsnayn (senin)
  3. Ats-Tsalaatsa (selasa)
  4. Al-Arba'aa/ ar Raabi (Rabu)
  5. Al-Khamsatun (Kamis)
  6. Al-Jumu'ah (Jumat)
  7. As-Sabat (Sabtu)


PERHITUNGAN KALENDER HIJRIAH

Berikut ini adalah penjelasan algoritma untuk menghitung Kalender Hijriah.

Penetapan penanggalan Hijriah dapat dilakukan dengan melihat penampakan bulan baru pada saat terbenamnya matahari (hilal). Namun terdapat beberapa algoritma yang mampu memprediksi penanggalan tersebut secara matematika. Dalam program kalender Jawa, kami menggunakan sistem tabular. 

Sistem tabular memiliki prinsip yang sederhana : untuk setiap tahun terdapat 12 bulan, jumlah hari pada bulan ganjil adalah 30 sedangkan pada bulan genap adalah 29, terkecuali pada tahun lompat (leap year) dimana pada bulan ke dua belas (bulan terakhir) jumlah hari adalah 30. Algoritma yang digunakan untuk menentukan tahun lompat.

Sistem Tabular
Terdapat 11 tahun lompat dalam siklus 30 tahun. Pattern Tahun-tahun ini berbeda-eda berdasarkan komunitas islam, berikut ini adalah beberapa pattern yang digunakan :
  1. 15 based           : 2, 5, 7, 10, 13, 15, 18, 21, 24, 26, 29
  2. 16 based           : 2, 5, 7, 10, 13, 16, 18, 21, 24, 26, 29
  3. Indian               : 2, 5, 8, 10, 13, 16, 18, 21, 24, 26, 29
  4. Habash al-Hasib : 2, 5, 8, 11, 13, 16, 18, 21, 24, 26, 30


Microsoft menggunakan 15 based pattern dan menamakannya Algoritma Kuwait, dan inilah yang digunakan dalam program Kalender Jawa.

0 Response to "KALENDER ISLAM (KALENDER HIJRIYAH)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel